Zulhaidir: Jika Itu Dilakukan, Negeri Ini Praktikkan A New Authoritarianism

SHARE:



kABAR NASIONAL - Kepada KABAR NASIONAL (25/10) praktisi hukum Zulhaidir mengatakan sebuah organ negara tidak bisa langsung menjadi penyidik, pendakwa, pengadil dan eksekutor pada saat yang sama karena itu ciri absolutisme kekuasaan. Jika itu dilakukan, negeri ini sedang mempraktikkan a new authoritarianism.”

Sebagaimana diketahui publik bahwa Selasa (24/10/2017) DPR mengesahkan Perppu Ormas menjadi UU. 7 Parpol menerima dan 3 parpol menolak. Dari 7 parpol yang menerima, 2 parpol menerima dengan catatan.

“Mengatur negeri ini tidak bisa dengan tangan besi atau kesewenang-wenangan. Aturan itu dibuat untuk menentramkan, bukan malah memperkeruh suasana kehidupan sosial politik kenegaraan. Masalah negeri ini sudah bertumpuk-tumpuk. Tampaknya tidak pernah serius dalam mengatasinya, lalu lompat ke persoalan lainnya yang justru tidak esensi.” Paparnya.

“Kita mengakui keanehan ini, UU Ormas yang dibuat di masa pasca reformasi, tahun 2013 diabaikan dengan alasan tidak memadai karena terlalu panjang prosedur  pembubaran sebuah Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.” Kata praktisi hukum Zulhaidir.

Zulhaidir menjelaskan amendemen UUD 1945 semangatnya memang menegaskan prinsip konstitusionalisme negara dan rule of law.

“Konstitusionalisme intinya pembatasan kekuasaan (limited government) karena peradaban manusia sudah menunjukkan kekuasaan yang eksesif akan mendorong terjadinya kesewenang-wenangan. Rule of law berasumsi bahwa kekuasaan tunduk pada hukum karena itulah ada lembaga peradilan yang mengawal agar sebuah tuduhan disidang oleh peradilan dengan proses yang adil dan transparan.” Paparnya.

Zulhaidir mengatakan ini praktik negara kekuasaan, bukan contoh negara berdasarkan rule of law yang dianut oleh UUD 1945.

“Prinsip-prinsip konstitusionalisme dan rule of law yang dianut oleh UUD 1945 harusnya dipahami Pemerintah dan DPR”. Imbuhnya. (yk)

COMMENTS

Nama

Artis,1,Berita,390,Buruh,1,Daerah,19,Demonstrasi,1,Ekonomi,3,Hukum,7,Internasional,11,Keluarga,1,Nasional,357,Opini,15,Opini Anda,1,Opini Pakar,26,Palestina,2,Pembangunan,1,perppu,1,Perppu Ormas,12,Politik,3,Polling,1,Publik Figur,1,SDA,5,Serba-serbi,3,Sosial,3,Suara Netizen,1,Suara Pakar,4,Taksi Online,1,Video,7,Waskita,1,Wawancara,1,
ltr
item
Kabar Nasional - Portal Berita Independen: Zulhaidir: Jika Itu Dilakukan, Negeri Ini Praktikkan A New Authoritarianism
Zulhaidir: Jika Itu Dilakukan, Negeri Ini Praktikkan A New Authoritarianism
https://2.bp.blogspot.com/-vPKhL0Ou3GA/WfAryMeXJqI/AAAAAAAAB0U/ba2KEq05TRo7qGDbRDGqSoME4YZD4tvfgCLcBGAs/s640/zulhaidir%2Bpraktisi%2Bhukum%2B%252C%2Bpengacara.jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-vPKhL0Ou3GA/WfAryMeXJqI/AAAAAAAAB0U/ba2KEq05TRo7qGDbRDGqSoME4YZD4tvfgCLcBGAs/s72-c/zulhaidir%2Bpraktisi%2Bhukum%2B%252C%2Bpengacara.jpeg
Kabar Nasional - Portal Berita Independen
http://www.kabarnasional.com/2017/10/zulhaidir-jika-itu-dilakukan-negeri-ini.html
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/2017/10/zulhaidir-jika-itu-dilakukan-negeri-ini.html
true
1475393274983693696
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy