KKIP sebut Impor Senjata Polri Melanggar UU Industri Pertahanan, begini penjelasannya

SHARE:



KABAR NASIONAL, JAKARTA - impor pelontar granat atau Stand Alone Grenade Launcher serta amunisi Castior 40 mm yang dilakukan Polri korps Brigade Mobile (Brimob) disebut melaggar Undang-Undang Industri Pertahanan.

Ketua Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu mengatakan tidak ada permintaan izin yang diserahkan kepada mereka untuk mengimpor senjata tersebut.

Dalam Undang-Undang tersebut, Said Didu mengatakan bahwa impor senjata harus mendapat izin dari KKIP.

"Mungkin dari Undang-Undang lain bisa oke. Tapi saya yakin bahwa di Undang-Undang Industri Pertahanan kemungkinan besar itu dilanggar. Saya lihat tidak ada sama sekali proses minta izin. Harus ada izin KKIP baru boleh impor," kata Said Didu saat ditemui di Menteng, Jakarta, Sabtu (7/2017).

Dalam impor senjata, ada lima persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana yang disyaratkan undang-undang.

Pertama pihak pengguna dalam hal ini Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ditjen Bea Cukai, Polisi dan Tentara mengajukan usulan.

Kedua dilanjutan dengan pengecekan permintaan senjata apakah bisa diproduksi di dalam negeri. Jika ternyata senjata itu bisa diproduksi di dalam negeri, maka tidak boleh diimpor dan itu harus dicek oleh KKIP.


Ketiga adalah pembelian senjata sifatnya antarpemerintah agaru G to G atau Pemerintah dengan produsen (G to P). Impor senjata tidak boleh dilakukan melalui agen.

"Itulah kenapa (helikopter milik TNI AU) AW 101 kena masalah karena dia lewat agen. Kalau ini (senjata Brimob) lewat agen maka dia juga melanggar undang-undang," kata bekas sekretaris kementerian BUMN itu.

Keempat kemudian diikuti dengan langkah pengecekan apakah senjata tersesbut terkait dengan potensi embargo. Terakhir adalah setiap impor itu harus ada imbal dagang, local content minimal 85 persen.

"Ini tidak pernah kita dengar impor ini bahwa ada proses itu," tukas Said Didu.

Sebelumnya, senjata yang diimpor untuk Polri yang terdiri dari 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan 5.932 butir peluru ditahan di gudang bandara Soekarno - Hatta. Senjata tersebut ditahan karena tidak ada rekomendari dari BAIS TNI. (tri)

COMMENTS

Nama

Berita,362,Daerah,19,Ekonomi,3,Hukum,6,Internasional,11,Keluarga,1,Nasional,329,Opini,15,Opini Anda,1,Opini Pakar,22,perppu,1,Perppu Ormas,10,Polling,1,SDA,4,Serba-serbi,3,Sosial,2,Suara Netizen,1,Suara Pakar,3,Video,7,Wawancara,1,
ltr
item
Kabar Nasional - Portal Berita Independen: KKIP sebut Impor Senjata Polri Melanggar UU Industri Pertahanan, begini penjelasannya
KKIP sebut Impor Senjata Polri Melanggar UU Industri Pertahanan, begini penjelasannya
https://2.bp.blogspot.com/-23VZkp1Jmeo/WdhlaLMZC8I/AAAAAAAABto/3na6-PEqVSkttJZXZVI84DfXKfBhs5zhwCLcBGAs/s640/said%2Bdidu%2BKKIP.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-23VZkp1Jmeo/WdhlaLMZC8I/AAAAAAAABto/3na6-PEqVSkttJZXZVI84DfXKfBhs5zhwCLcBGAs/s72-c/said%2Bdidu%2BKKIP.jpg
Kabar Nasional - Portal Berita Independen
http://www.kabarnasional.com/2017/10/kkip-sebut-impor-senjata-polri.html
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/2017/10/kkip-sebut-impor-senjata-polri.html
true
1475393274983693696
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy