Polisi Dituding tak Mampu Urai Sumbatan Kasus Novel

SHARE:



KABARNASIONAL.INFO, JAKARTA - Lembaga kepolisian dianggap Koordinator Indonesia Coruption Watch (ICW) Adnan Topan Husoso tak mampu menghadapi halangan dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Bukti ketidakmampuan aparat kepolisian, menurut Adnan, terlihat dari lambatnya penanganan kasus Novel. Pascakasus penyiraman air keras terhadap Novel pada April lalu, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.

Adnan pun menilai berbagai permintaan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai respons yang wajar.

"Ini hanya sebagai alat bantu kepolisian untuk mengurai berbagai macam bottle neck yang mereka hadapi. Kalau mereka sendiri yang menyelesaikan, kita melihat ada ketidakmampuan untuk bisa mengurai sumbatan yang dihadapi penyidik dan mereka yang bertanggung jawab secara proyustisia," kata Adnan di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (5/8).

Adnan berpendapat, langkah pembentukan tim gabungan antara polisi dan KPK menjadi jalan tengah setelah Presiden Joko Widodo melalui Juru Bicara Johan Budi menyatakan belum berencana membentuk TGPF.

Hanya saja, langkah tersebut dianggap Adnan terlambat diambil karena penanganan bersama harusnya dilakukan sebelum kasus bergulir hingga 116 hari.

"Karena itu, kalau tidak dibentuk segera, kami khawatir upaya menghilangkan, mengaburkan dan menyembunyikan bukti yang harusnya dimiliki penegak hukum menjadi lebih mudah karena ini sudah 116 hari," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berkata bahwa TGPF tetap harus dibentuk agar pengusutan kasus Novel tidak sirna ditelan waktu.

Dahnil juga menyatakan tidak percaya polisi mampu mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel, terutama ada dugaan dalang dibalik peristiwa itu adalah seorang pejabat tinggi di kepolisian.

"Kalau diperhatikan, fakta selama ini banyak kasus yang melibatkan internal kepolisian tidak diungkap dan diselesaikan. Karena itulah urgensi TGPF itu. Kalau kemudian tim TGPF ditolak, apa sih bedanya dengan pansus? Tidak ada" ujar Dahnil. [cn]

COMMENTS

Nama

Berita,362,Daerah,19,Ekonomi,3,Hukum,6,Internasional,11,Keluarga,1,Nasional,329,Opini,15,Opini Anda,1,Opini Pakar,22,perppu,1,Perppu Ormas,10,Polling,1,SDA,4,Serba-serbi,3,Sosial,2,Suara Netizen,1,Suara Pakar,3,Video,7,Wawancara,1,
ltr
item
Kabar Nasional - Portal Berita Independen: Polisi Dituding tak Mampu Urai Sumbatan Kasus Novel
Polisi Dituding tak Mampu Urai Sumbatan Kasus Novel
https://3.bp.blogspot.com/-RHxLALy2qMs/WYVvJN0DpuI/AAAAAAAAA_4/sYuVvd4b8g0Kf5nOWPDZhFMqA7_saG4fQCLcBGAs/s640/polisi%2Bdisebt%2Btak%2Bbisa%2Bselesaikan%2Bmasalah%2Bnovel%2Bbaswedan2.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-RHxLALy2qMs/WYVvJN0DpuI/AAAAAAAAA_4/sYuVvd4b8g0Kf5nOWPDZhFMqA7_saG4fQCLcBGAs/s72-c/polisi%2Bdisebt%2Btak%2Bbisa%2Bselesaikan%2Bmasalah%2Bnovel%2Bbaswedan2.jpg
Kabar Nasional - Portal Berita Independen
http://www.kabarnasional.com/2017/08/polisi-dituding-tak-mampu-urai-sumbatan_5.html
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/2017/08/polisi-dituding-tak-mampu-urai-sumbatan_5.html
true
1475393274983693696
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy