Penanganan Ormas, Analis PKAD: Dibutuhkan Paradigma dengan Pendekatan Merangkul Bukan Memukul

SHARE:



KABARNASIONAL.INFO - Pasca keluarnya Perppu no. 2 tahun 2017 tentang ormas, sikap pemerintah terhadap segolongan masyarakat yang dikaitkan dengan radikalisme nampak mengarah ke tangan besi. Hal ini tercermin dalam beberapa wacana seputar penanganan radikalisme di kampus, misalnya dengan jalan teguran keras hingga sanksi pemecatan atas mereka yang terlibat ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Padahal, pembubaran HTI pada 12 Juli 2017 lalu itu masih membawa kontroversi yang besar di kalangan para pakar, setidaknya secara prosedural.

Menanggapi arah penanganan radikalisme yang sedemikian, Khairun Nisa dari Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) menyatakan bahwa salah satu kajian dampak yang penting berkaitan dengan kebijakan penanggulangan radikalisme di kampus adalah dengan merumuskan kembali seberapa peran mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan sosial tanpa meninggalkan tanggung jawab akademik dalam koridor Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dibutuhkan paradigma dengan pendekatan merangkul bukan memukul untuk mengelaborasi sekaligus mengoptimasi peran strategis mahasiswa tersebut. Termasuk secara khusus menyikapi penanganan terhadap mahasiswa yang terafiliasi dengan HTI pasca pembubaran. Dengan memperhatikan dan mengkaji karakter gerakan dakwah pengusung gagasan khilafah itu maka pendekatan dialog dan penyadaran adalah treatment yang lebih tepat sasaran sebagai instrumen pasca  pembubaran.” Ujarnya.

Khairun Nisa menambahkan, treatment penyadaran itu akan mampu mengafirmasi beberapa pemahaman yang dianggap sebagai sesat visi kebangsaan, sekaligus menggali lebih dalam basis argumentasi intelektual visi kebangsaan yang diduga berbelok.

“Patut dipertimbangkan kesalahan membangun kesimpulan menyamakan penanganan antara HTI dengan PKI. PKI pernah punya catatan berdarah dengan dogma ideologi yang non dialogis. Sedang HTI belum punya catatan kelam apapun di Indonesia. Baru beranjak pada tataran gagasan secara terbuka. Yang penuh ruang keterbukaan diskusi dan dialog. Jangan sampai langkah penanggulangan itu hanya sebagai ekspresi dari islamo phobia. Keniscayaan trend perubahan peradaban yang agung hanya bisa diraih dengan keterbukaan dan kejujuran intelektual.” Tegasnya.[ard]

COMMENTS

Nama

Berita,362,Daerah,19,Ekonomi,3,Hukum,6,Internasional,11,Keluarga,1,Nasional,329,Opini,15,Opini Anda,1,Opini Pakar,22,perppu,1,Perppu Ormas,10,Polling,1,SDA,4,Serba-serbi,3,Sosial,2,Suara Netizen,1,Suara Pakar,3,Video,7,Wawancara,1,
ltr
item
Kabar Nasional - Portal Berita Independen: Penanganan Ormas, Analis PKAD: Dibutuhkan Paradigma dengan Pendekatan Merangkul Bukan Memukul
Penanganan Ormas, Analis PKAD: Dibutuhkan Paradigma dengan Pendekatan Merangkul Bukan Memukul
https://1.bp.blogspot.com/-msOCR0-AX9g/WYkJklmSZ7I/AAAAAAAABCo/RI1qWJXcMqE89_qg-UU5mG5uSx4tkr1CACLcBGAs/s640/PKAD%2BKhairun%2Bnisa.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-msOCR0-AX9g/WYkJklmSZ7I/AAAAAAAABCo/RI1qWJXcMqE89_qg-UU5mG5uSx4tkr1CACLcBGAs/s72-c/PKAD%2BKhairun%2Bnisa.jpeg
Kabar Nasional - Portal Berita Independen
http://www.kabarnasional.com/2017/08/penanganan-ormas-analis-pkad-dibutuhkan_7.html
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/
http://www.kabarnasional.com/2017/08/penanganan-ormas-analis-pkad-dibutuhkan_7.html
true
1475393274983693696
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy